Sex Hot
SEX HOT LOVERS™
■■■■■■□□□■■■■■■

[change Version]
EnglishGermanItalianRussianJapaneseKoreanArabic


Xclusive Best Hot Video For Your Mobile !
FREE DOWNLOAD NEXT
Sex Video For Your Mobile !
Pijit Plus-Plus 3GP Vagina Mulus Mita
Karena benar-benar capai, saya ingin pijat,
maka saya pergi ke PPT dekat kantor
rekanan saya bagian selatan Jakarta,
maklum di rumah tidak ada yang bisa pijat.
Tempatnya cukup lumayan depan rumah
makan Texas, jadi habis pijat (segar plus
capai hilang) bisa langsung makan, khan
enak tuh, sebelumnya aku belum pernah ke
tempat ini jadi niatku adalah benar-benar
pijat, dengan nama Spesial Masturbasi (SM)
kuberi istilah begitu karena (setelah
beberapa kali) kebanyakan mereka akan
menawarkan jasa seperti itu, tak lebih,
sebenarnya inisial tersebut memang benar.
Yang jadi persoalan adalah cara (teknik)
mereka memang benar-benar profesional.
Banyaknya nama-nama WP (wanita
pemijat bukan word perfect) tertulis di
kepingan plastik, bagian sisi kiri adalah
yang tersedia seperti Doxx, Soxxxx, Ixx,
Axxx, Wxxx, Mxxx, Sxxx, Sxxxxx, Nxxx, Ixxx,
Sxxxx, dan teman-temannya, yang sudah
dipesan (cobalah ingat daftar ini - sebab ini
biasanya yang terbaik), sedangkan paling
kanan sedang tugas, tetapi jangan salah
terkadang resepsionis mengatur WP yang
terlalu banyak tugas namanya diletakkan di
tengah/dianggap dipesan biar WP lainnya
merata tugasnya.
Biaya yang tertera di bandrol resepsionis
VIP 1,5 jam $75, dengan kamar tertutup
tirai ganda dengan dinding tembok (bukan
kain/triplek). AC split sendiri, sebuah kursi
dan nakash serta tempat sampah (cek
apakah ada kondom, bila ada artinya
tempat ini menyediakan order khusus).
Cermin kecil, jam dinding, gantungan
pakaian, tentunya tempat tidur (kalau
sudah selesai pijat coba periksa di bawah
sprei pasti ada perlaknya. Kalau ngompol
biar nggak menetes ke kasur pegasnya
(coba angkat perlaknya pasti di daerah pas
kemaluan agak lembab kadang diberi
pemutih untuk menghilangkan noda bekas
ompol, kalau perlu angkat kasur pegasnya
kadang-kadang menemukan bekas pakai
kondom plus isinya). Sedangkan kamar
biasa 1,5 jam $65 (1 jam $50) kamar
ditutup kain, AC cassette dipakai bersama,
tanpa kursi, lainnya sama dengan di atas.
Melihat situasi di atas, sepertinya tidak ada
pijat khusus seperti Monggomas, Kartika,
dan lain-lain di daerah Kota.
Saya pesan Mbak Sxxxx ke Mbak Axxxx
(resepsionisnya), kemudian saya
dipersilakan ke kamar VIP 304, berarti saya
naik ke lantai 3, dengan kondisi kamar
seperti di atas.
Setelah masuk, tidak lama kemudian
masuk Mbak Sxxxx (38D, tangan dan betis
sedang, agak pendek 150 cm, sekitar 30
tahun, wajah sunda), saya melepaskan
semua pakaian kecuali CD.
"Selamat siang Pak", sapa Mbak Sxxxx.
"Siang", jawabku.
"Mau minum apa Pak?", tanyanya.
"Teh plus krem panas tanpa gula!"
kemudian dia pergi ke pesawat telepon di
luar ruangan, dan kembali ke kamar lagi.
Saat aku akan naik ke tempat tidur...
"Pakai krem nggak Pak?" tanya Mbak
Sxxxx.
"Pakai!" jawabku singkat.
"Kalau gitu sekalian dilepas aja CD-nya
nanti kena krem", kata Mbak Sxxxx.
Karena sudah telanjur tidur telungkup
dengan kaki rapat, "Tolong dong lepasin!",
seruku. Kan malu belum kenal udah mau
lihat rudal mengkeret aja, jadi sambil tidur,
CD-ku diplorotin sama dia, tentunya
dengan melebarkan sedikit kakiku.
"Mbak AC-nya boleh nggak dimatiin aja,
soalnya saya nggak kuat dingin?" Ini trikku
karena dia pasti kepanasan, bayangin saja
dia jalan sana-sini, mijat, pakai baju
komplit, paling tidak blazer akan di lepas,
dan tinggal kaos tanpa lengan (bahkan
Mbak Soxxx, kaos tanpa lengannya di
angkat hingga bawah bra 42FF-nya).
Jangan lupa letakkan rudal pada posisi
yang aman, bila sewaktu-waktu berubah
ukuran, tidak sakit.
Mulailah pijat tanpa krem ke seluruh
tubuhku, dimulai dari telapak kaki, betis,
paha, pantat, pinggang, punggung. Karena
letak kedua kakiku agak rapat, saat dia
memijat bagian telapak kaki, otomatis
kakiku tertarik dengan sendirinya masing-
masing terbawa ke tepi tempat tidur
sehingga posisi kakiku terbuka lebar
(akhirnya aku tahu maksud posisi ini untuk
dapat memijat bagian dalam pahaku,
menyenggol biji sedikit).
Saat memijat punggung dia naik ke tempat
tidur dengan menduduki pantatku, dan
paha bagian dalamnya menyentuh
pinggangku, terasa dingin dan halus. Hasil
sensor pantatku mengatakan bahwa dia
menggunakan celana ketat hingga pangkal
paha. Saat tangannya mendorong dari
pinggang ke pundak, otomatis posisinya
agak menunduk, terasa ada dua hal yang
membuat sensor probe-ku over range.
Pertama, itu payudara 38D menyentuh
punggung, walau masih dibungkus bra dan
kaos ada rasa kenyal gimana gitu. Kedua,
Saat diduduki pasti daerah lobang pantat
dia kan yang nempel di pantatku, nah saat
dia menunduk otomatis daging vagina
yang tembem seperti tutup bagasi VW
Kodok-ku menyentuh pantatku dan ada
rasa seperti kedutan, mungkin karena dia
tekan pundakku sehingga tumpuannya ada
di tutup bagasi itu.
Hingga akhirnya memijat bagian lipatan
paha dalam yang kadang-kadang ujung
jarinya menyentuh rambut di sekitar biji
(kalau aku bilang sih bukan pijat tapi
sentuhan atau lebih halus lagi. Padahal
belum pakai krem, kalau dia sebelum
melakukan ini dia bilang Punten, maka lain
kali kalau ke sini lagi, aku langsung order
banyakin Puntennya saja, sayang dia nggak
bilang). Untuk ukuran pria normal, digituin
sih ya pasti kemaluanku bangun, ibarat
dongkrak mobil, otomatis pantat keangkat,
karena volume kemaluan terisi penuh,
untung sudah pada posisi, coba kalau lagi
ketekuk, pasti tuh pantat lebih tinggi lagi
ngangkatnya.
Lama nggak ngobrol, hanya mendengarkan
musik sayup-sayup, dan nampaknya dia
sudah menguasai keadaan-aman terkendali
(lihat pantatku kadang naik dan merasakan
pangkal kemaluanku keras saat pijat dekat
biji tadi), keluarlah pertanyaan standar PPT.
"Ke sini sama teman Pak?" tanya Mbak
Sxxxx.
"Nggak" jawabku.
"Sudah pernah ke sini?"
"Sudah..." agak berbohong, biar aku tahu
servicenya nanti seperti apa, soalnya
sesama WP mereka juga bersaing baik
wajah, teknik, dan lain-lain.
"Dengan siapa Pak?"
"Wah aku lupa namanya, nggak ngingetin
sih!" jawabku. Kalau kamu jawab nama
WP-nya nanti dia akan tanya diservice apa
aja, bayar berapa dan lain-lain.
"Berarti sering dong Pak",
"Nggak juga, asalnya dari mana Mbak?"
tanyaku.
"Bandung", pembicaraan terhenti.
Dia mulai memijat dengan krem yang
cukup banyak (ini pijat apa lulur krem)
semuanya dari arah bawah ke atas
(mungkin maksudnya ke arah jantung, agar
peredaran darah lancar, nah bisa
bayangkan peredaran darah lancar,
kemaluan jadi keras, apa nggak tinggal
muncrat saja) tapi teknik pijatnya cukup
baik (menurutku) pada daerah tanpa titik
rangsang dia akan tekan, tapi bila di daerah
titik rangsang berubah tekanannya (bukan
pijat tapi sentuhan) bayangkan aku dibikin
tegang-nggak-tegang-nggak dan
seterusnya, disinilah seninya seks, kalau
cuma masukin - muncrat - tidur ngorok
nggak ada seni, hanya kewajiban
memenuhi kebutuhan.
Urutan pijat dengan krem dilakukan sama
seperti tanpa krem, hanya saat dia mulai ke
daerah pantat, dia ada di sisi kiriku dekat
pinggang, dengan usapan dari paha luar
ditarik ke atas masuk antara biji dan paha
dalam mengitari lubang anus (yang
terkadang sengaja disentuh) dengan kedua
tangan secara bergantian, otomatis
pantatku naik lagi, pindah ke betis, terus
kembali ke pantat lagi (dalam hatiku harus
sabar nih, bayangin coba kamu dirangsang
terus dicuekin, dirangsang turus di cuekin
dan seterusnya), pantas memang lobang
pantat itu enak kok kalau dielus-elus,
nggak pria atau wanita sama saja, apalagi
di masukin. Kemudian dia pindah ke sisi
kanan, kembali aku di rangsang terus di
cuekin (memijat di tempat lain tanpa
menghiraukan rudal yang sudah
tanggung), di rangsang terus di cuekin dan
seterusnya).
Setelah tahu bahwa kemaluanku keras
(dengan menyentuh pangkal kemaluanku
dia tahu kalau aku sudah ereksi) berarti
aman terkendali, sebab kalau nggak
bangun berarti dia harus bersusah payah
untuk membangunkan agar dapat tip
khusus. Dia pindah memijatnya ke pundak
terus ke pinggang terus tangan (benar-
benar dibuat kesal nih kemaluanku). Untuk
pinggang dia tidak menduduki pantatku
lagi, karena banyak krem, takut bajunya
kotor (sebelumnya aku protes kok nggak
seperti tadi mijatnya?).
Setelah itu dia kembali lagi ke pantat dan
melakukan pijatan seperti tadi lagi,
terpaksa aku protes keras.
"Teteh! (kakak; bahasa Sunda) tolong dong
jangan dibikin pusing nih!" kataku.
"Memangnya kenapa, Pak?" tanyanya.
"Itu mijatnya bikin pusing nih",
"Ya udah Bapak diam saja, ikutin saja yah!"
"Ya sudah",
"Tetapi nanti tip-nya spesial ya Pak!" tuh
kan benar.
Disinilah triknya saat kita lagi butuh
banget, dia memberikan penawarannya,
memang hampir semua WP berusaha mati-
matian secara singkat dan seksama
membuat kita tegang dan bikin pusing,
yang akhirnya kalau sudah nggak kuat akan
mengeluarkan work-order.
"Berapa spesialnya?" kataku lagi.
"Biasanya $100",
"Ya sudah", tanpa merinci lagi work-order
seperti apa yang akan dia lakukan (soalnya
aku belum tahu) lebih gila lagi aku belum
tahu apakah di dompet ada $175 ($75
kamar $100 tip) dan seingatku cash only.
Disinilah kelakuan para pria, di otak
kepalanya yang lebih besar bisa dikalahkan
dengan isi kepala bawahnya yang
cenderung lebih kecil tapi bisa bikin kepala
bagian atas tips buat para wanita.
Mulailah dia meraba dengan menambah
krem tadi dengan baby oil (mungkin,
soalnya rasanya lebih cair) di bagian
pantat, terus meraba dengan ketajaman
kukunya dia menyisir (bahasa kasarnya
digaruk, tapi lembuuuut banget) rambut
sekitar biji ke arah anus. Wah, volume
darah di kemaluanku semakin penuh dan
pantat ke angkat sebatas kemaluan, biar
nggak ketindihan badanku. Tahu kalau ada
celah kiri antara kemaluanku dengan
pangkal paha tangannya masuk dan
mengelus secara perlahan bagian paha, yah
naik lagi pantatku, diulangi lagi celah
kanan, yah naik lagi pantatku, pijat lagi
sekitar lubang anus, yah naik lagi pantatku,
hingga posisi badanku tertumpu pada lutut
kaki dan siku tangan dan muka menancap
di bantal. Sensasinya, jangan anggap
enteng. Kucoba mengeluarkan kepalaku
dari bantal dan melirik ke belakang, wah
ternyata dia duduk dengan posisi
mengangkang spt huruf M, kan benar pakai
celana pendek ketat sebatas paha, tapi
kelihatan mblendug-nya persis seperti
tutup bagasi VW-ku. Aku mencoba meraih
tutup bagasi itu, tapi kuurungkan, karena
ini pertama kali aku ketemu dia.
Akhirnya dapat juga yang dia cari, memijat
kemaluanku secara perlahan sekali lagi
perlahan, seperti menimang rudal nuklir
takut meledak, dengan sangat pelan
tangannya ditarik sehingga hanya bagian
ujung jari-jari ke arah anus seolah-olah
takut kemaluanku jatuh, tangan berputar
sesuai dengan bongkahan pantat, jari
tangan kiri ke arah kiri dan jari tangan
kanan ke arah kanan, saat ini kalau
kemaluanku tidak sehat pasti jatuh (ereksi
60%-80%), tetapi yang terjadi antara
kemaluan dengan badan seperti garis yang
tidak bersinggungan kata geometri, keras
sekali, (setelah tegang, aku bilang sama
Teteh bahwa apakah tamu Teteh pijat
seperti itu apa tegang semua, atau bila
orang impoten apakah bisa ereksi, soalnya
di atas kepalaku sudah banyak bintang
kecil-kecil alias pusing).
Akhirnya aku berkata, "Teteh, aku sudah
nggak tahan keluarin aja!"
Tangan kanannya menggenggam
kemaluanku dengan lembut (tanpa
tekanan dan banyak baby oil-nya)
memutar kepala kemaluan dengan jari-
jarinya, genggam batang, maju mundur,
sementara tangan kiri menusuk anus,
kadang meraba rambut di sekitar anus,
begitu berulang-ulang, hingga sperma
akan keluar. Kira-kira dalam perjalanan di
tengah batang kemaluan, eh dipijat
sekuatnya kemaluanku, otomatis aku
bergetar (over vibration), tak berapa lama
dilepas, ya muncrat cairan dari kemaluanku
dengan tekanan yang kuat dan nyaris
mengenai daguku. Setelah tekanan
cairanku turun, otomatis badanku ambruk
seperti hidrolik saja atau mesin yang shut-
down.
Si Teteh membersihkan tangannya yang
belepotan baby oil plus krem plus cairanku
dengan kain sprei, dan melanjutkan
memijat. Aduh enak lho rasanya, setelah
ejakulasi dipijatin, rasanya seperti habis lari
dikejar anjing terus selamat lompat pagar.
"Pak sekarang bagian depannya" tanya
Teteh. Aku membalikkan badanku, terlihat
kemaluanku mengkerut kembali seperti
semula, dan Teteh mulai memijat, seperti
urutan saat aku telungkup.
"Pak perutnya di urut nggak?" tanya Teteh.
Aku menggangguk saja, sepertinya capai
banget, dia tersenyum saja melihat aku
kelenger.
"Kenapa ketawa?" tanyaku.
"Nggak, itu keluarnya banyak banget dan
itunya keras banget",
"Kamu bisa saja nyanjung, entar, kutambah
nih tip-nya", candaku.
"Pak ini mau dikeluarin lagi?" tanpa sadar
saat urut, rupanya perutku ditarik dari
bawah ke atas (mungkin karena gravitasi,
perutku buncit jadi turun sehingga perlu
ditarik ke atas) tapi saat ditarik, ujung jari
menyentuh kemaluanku. Ya, tegang lagi.
Aku tidak menjawab, hanya mengangguk
sambil memberikan senyum (yang paling
manis dari yang kupunya).
Cuma karena posisi telentang jadi
mengurutnya (bukan sortir) digenggam
dari bawah ke arah atas sambil diputar
dengan telapak tangan menyentuh ujung
kemaluan, karena tadi sudah keluar. Jadi
sekarang agak lama, tapi dengan
keahliannya, tangan kanan mengurut
kemaluan, tangan kiri meraba biji hingga
menyisir rambut sekitar anus, dan akhirnya
keluar juga cairanku.
"Pak permisi keluar dulu, cuci tangan", aku
mengangguk saja.
Gila 1 jam 20 menit, aku segera pakai
kimono dan menuju kamar mandi, dan
pakai baju, karena masih ada waktu aku
sempatkan mengobrol.
"Teteh liburnya hari apa?" tanyaku.
"Hari Jumat, kenapa tanya libur segala,
mau ke sini lagi?"
"Nggak kalau ada temanku mau ke sini kan
jadi tahu."
"Bapak orangnya baik deh",
"Oh iya uang tip-nya belum yah, pantes
kamu nyanjung terus", candaku sambil
memberikan $100-ku sambil kulihat masih
ada selembar lagi berarti selamatlah aku
nanti diresepsionis, artinya kan nggak
dikejar pengaman PPT.
"Benar Pak, biasanya tamu suka meraba-
raba, pegang sana sini, akunya yah belum
tahu aja. Semua pria itu bajingan. Kata
bokap tetangga temanku nasehatin anak
perawannya, kucing itu kalau diberi ikan
kadang pura-pura ngambil dikit, tapi kalau
nggak ada orang (ada kesempatan) yang
diambil ayam seekor, dasar perempuan
kaya bola, jauh dikejar, dekat ditendang."
"Ya sudah, nih uang tip-nya, makasih ya
Teteh", sambil kucium tangannya.
Sekilas kulihat bulu tangannya merinding.
"Kenapa merinding?"
"Nggak, Bapak memperlakukan WP koq
kayak gitu sih",
"Kamu manusia kan, saya juga gitu, dan
saya benar-benar puas",
"Pak ke sini lagi yah!"
"Nggak janji yah!"
Tahu nggak, aku melakukan itu semua, ya
memberikan preview yang baik agar kalau
ke sini lagi dapat yang lebih, pakai ilmu
kucing dong.
"Ya udah, terima kasih Teh", dibukanya
kain penutup pintu, langsung aku pergi ke
resepsionis.
"Makasih Mbak Ajxxx", sapaku.
"Sama-sama Pak", jawabnya.
Tiba-tiba.., "Lho, elu Bud", tanya suara dari
belakangku.
"Eh, iya Fexxxx, kok kamu di sini?"
"Iya gue lagi nunggu Sxxxx yang lagi kerja,
abis pijat sama siapa lu",
"Eh.. sama Sxxxx"
"Wah lu pasti pijat anus yah?" ucapnya
(agak keras, sehingga pengunjung di ruang
tunggu pun terdengar).
"Nggak, apaan tuh?" pura-pura bodoh, gila
nih anak bikin aku malu aja.
"Ya udah sana, lu kelihatan lemes bin
lapar", katanya.
"Nah kamu nunggu siapa?"
"Lu berakin gue tahu".
Oh ternyata dia nungguin Sxxxx yang kerja
denganku, aku ngeloyor sambil senyum,
mudah-mudahan jari tangan si Teteh
nggak dicuci biar dia pijat dengan kerak di
sekitar anusku. Langsung saja aku ngeloyor
menuju Texas, makan hati/lever 5 buah
plus teh manis panas, untuk
mengembalikan tenagaku yang hilang
diserap Teteh Sxxxx.
TAMAT

■■■■■□□□■■■■■□□□
SEX HOT LOVERS™
Powered by Xtgem
© 2010-2011
All Rights Reserved

Share on TwitterShare
on Facebook
= counter.php?s=9B114902FBF37D990386FBC801 =
U-ON